6.06.2008

asam pahit cinta

Katanya cinta itu indah banget dan saking indahnya bisa membuat kita tak sadar diri. Persis seperti kata Sara Bareilles di Love Song yang bilang kalau cinta bisa membuat kita susah napas saking terpesonanya. Padahal, kenyataannya cinta bisa terasa pahit! Misalnya, waktu pacar memutuskan hubungan atau saat kita ditolak gebetan. Duh, bete berat! Namun, kita bisa lho bikin pengalaman nyebelin ini terasa lebih aduhai di hati.

Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan
Siapa sih yang nggak meraung ketika cinta bertepuk sebelah tangan? Walaupun sebelumnya kita sudah mempersiapkan diri, tapi tetap saja susah buat menerima sebuah penolakan. Kaget dan malu itu pasti, tapi jangan sampai jadi lebay (berlebihan). Apalagi sampai musuhan sama gebetan.

Ayo Kita Hadapi!
-Berdamai dengan kenyataan. Caranya: setelah airmata habis terkuras, tuliskan semua penderitaan di blog atau diary. Hal ini akan membantu mengeluarkan isi hati kita. Nah di hari ke-10, baca lagi tulisan tersebut. Bila hati masih terasa sakit, tulis lagi sampai rasa sakitnya berkurang dan akhirnya kita bisa menerima kenyataan, walau belum 100%

-Awalnya kita pasti malas bertemu dia. Takutnya nanti sakit hati lagi. Hal ini wajar kok. Kadang jarak akan membantu kita melupakan. Sayangnya hal ini kadang hanya berfungsi sebagai "pelarian" dari kenyataan dan sampai kapan kita mau lari? Justru cara terampuh mengatasi rasa takut adalah menghadapi langsung sumber ketakutan kita. Jadi jangan ngumpet di balik pintu pas bertemu si dia. Bersikaplah biasa dan jangan panik, walaupun kita tidak harus menegur dia.

Esok kan Masih Ada
-Belajar dari kesalahan. Lakukan ini setelah luka hati sembuh dan kita mulai jatuh cinta lagi. Misalnya pas pedekate, mungkin dulu ada beberapa hal yang terlalu dipaksakan seperti momen yang nggak pas atau kita nggak bisa menangkap sinyal si dia. Nah hal ini akan jadi referensi untuk proses pedekate selanjutnya.
-I LOVE ME! Tunjukkan rasa cinta kepada diri sendiri dengan nggak malas mandi, minum susu biar tambah tinggi dan baca buku biar kepalai makin berisi. Hal semacam ini akan memulihkan rasa pede dan membantu kita mencari gebetan baru.
-Tetap pede dan terus berusaha lagi. Kalau sekarang ditolak, belum tentu perjuangan kita selanjutnya bernasib sama kan?

Unbreak My Heart
Diputusin pacar? Oh My God! Dunia seakan runtuh dan rasanya perih tak terkira. Apalagi kalau alasan itu sama nggak jelasnya dengan nasib pembuatan monorail di Jakarta. Padahal, kalau kita mau berhenti bersikap drama queen, putus bukan akhir dari segalanya. Percaya deh, 2-3 tahun dari peristiwa menyebalkan ini, kita akan menemukan sesuatu yang indah.

Ayo Kita Hadapi!
-Sediakan 1 minggu untuk menangis. Tapi nggak boleh lebih! Manfaatkan waktu ini untuk menumpahkan kesedihan dan menyiapkan kembali mental kita.
-Menerima kenyataan. Waktu pertama kali kita pacaran, resiko terbesar yang mungkin banget kita hadapi adalah putus. Jadi, yang namanya putus adalah sesuatu yang lumrah dan pasti bisa kita lewati kok.
-Ayo, semangat lagi! Kalau kita nangis terus akan mempengaruhi penampilan fisik juga lho. Coba lihat wajah kita di cermin pas lagi nangis. Mata merah dan bengkak, ujung bibir turun dan muka jadi nggak ceria. Jelek banget kan!

Esok kan Masih Ada
-Singkirkan semua BBM (Barang Berbau Mantan) seperti foto atau SMS dari si dia.
-Stop menghubungi! (termasuk menelpon, sms atau baca Facebook/Friendster-nya). Percaya deh, menghubungi dia cuma bikin kita tambah sengsara dan menandakan kalau kita belum siap menerima kenyataan.
-Hilang satu tumbuh seribu. Mulailah mencintai diri sendiri dan gaul sama orang lain. Misalnya, karaoke bareng saudara atau teman-teman bisa jadi cara ampuh untuk melupakan dia. Intinya, terus sibukkan diri dengan bermacam kegiatan biar nggak punya waktu untuk mengingat si mantan lagi.

No comments:

Post a Comment