6.06.2008

menjadi dewasa siapa takut

Grow up! Ini adalah salah satu tahap dalam kehidupan yang pasti akan kita alami, atau mungkin saat ini sedang kita alami. Tapi, pernah kebayang nggak sih, gimana seandainya proses pendewasaan kita itu terjadi dalam waktu tiba-tiba? Saat kita masih nyaman berangkat ke sekolah diantar supir, tiba-tiba mama menyuruh kita berangkat sendiri, karena menurut mama kita sudah besar. Atau, saat kita pulang sekolah, mama sudah menitipkan banyak pesan yang isinya tugas-tugas rumah yang harus kita kerjakan. Whaaaa.....

Apa yang sedang terjadi?
Pasti awalnya kita akan terkaget-kaget menghadapi ini semua. Malah mungkin ada sebagian dari kita yang menganggap orang tua nggak sayang lagi, karena sudah nggak mau "membantu" tugas kita sehari-hari. Fasilitas yang nyaman mulai dikurangi, sedangkan tanggung jawab kita makin berbobot.
Kenyataannya, mau nggak mau situasi ini biasa terjadi di sekitar kita. Setiap remaja pasti akan melalui proses pendewasaan ini. Hanya saja, proses ini bisa bermacam-macam wujudnya, ada yang tiba-tiba, ada yang pelan-pelan, bahkan ada yang terlambat. Gimana pun bentuknya, masa peralihan ini diperlukan oleh remaja untuk belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.
Nah, seandainya orangtua kita memutuskan untuk memilih proses mendidik kita untuk menjadi dewasa secara tiba-tiba, itu bukan berarti mereka nggak sayang lagi. Tapi, mungkin memang kita tipe anak yang nggak bisa "dilepas" secara perlahan. Bisa jadi, itu karena kita punya sifat yang sedikit manja. Jadi jangan keburu bete dengan orangtua,ya?

Ada yang hilang
Selama menjalani proses ini, pasti ada beberapa keistimewaan yang tadinya kita dapat, sekarang jadi berkurang, misalnya :
- Proteksi dari orangtua. Biasanya ortu aktif melarang kita ini itu, sekarang mereka lebih memberi kebebasan kepada kita untuk menjalankan apa yang kita inginkan. Ingat, proteksi melonggar bukan berarti mereka cuek dengan kita, lho!
- Bantuan dari orang-orang sekitar yang biasanya siap sedia meringankan tugas kita, juga akan dikurangi oleh orangtua.
- Selain itu, berbagai macam fasilitas dari orangtua juga mulai dikurangi, diganti dengan bentuk lain (uang misalnya), yang harus kita atur sendiri.

Ada yang didapat
Sebenarnya kalau kita lihat lebih jeli, ada banyak hal yang bisa membawa keuntungan,kok! Antara lain :
- Dengan berkurangnya proteksi, kita jadi bebas untuk melakukan kegiatan yang kita sukai, tanpa harus menjelaskan panjang lebar kepada orangtua.
- Kita bisa memilih jalan hidup yang akan kita jalan dan membentuk identitas diri kita, tanpa ada campur tangan dari orang lain.
- Fasilitas memang berkurang, tapi sebagai pengganti pasti ortu akan memberikan pegangan lain, seperti uang saku, tabungan, atau mungkin kartu kredit. Jadi kita nggak perlu repot-repot selalu minta uang harian ke ortu.

Biar bisa "akur" dengan situasi ini
Setelah tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, kita jadi bisa menilai kalau apa yang dilakukan oleh orangtua kita adalah salah satu bentuk dari pola didik mereka. Dalam menghadapi situasi ini, sebaiknya kita :
- Tenang, nggak panik, dan menyadari bahwa ini adalah proses yang biasa terjadi pada remaja seusia kita.
- Melihat hal ini sebagai sebuah tantangan dan juga kesempatan untuk menunjukkan kalau kita siap untuk menghadapi situasi ini sekaligus bisa mengukur siapa diri kita sebenarnya.
- Yakin dan pede kalau kita bisa melewati semua ini dengan sebaik mungkin.
- Yang harus diingat juga adalah kita harus bisa mempertanggungjawabkan semua tindakan kita kepada orangtua. Jangan sampai kita menyalahgunakan kepercayaan yang sudah diberikan.

No comments:

Post a Comment