10.22.2008

cerita sang photografer


Karena asik memotret sunset dan mengeksplorasi wilayah yang barupertama kali dia kunjungi, seorang travel photografer baru menyadaribahwa dirinya tersesat dan ditinggal oleh rombongannya. Tanpadisangka-sangka juga, hujan badai turun. Spontan dia bete abis... sudahtersesat, gelap, hujan pula... Tapi akhirnya timbul harapan.


Di ujung jalan dia melihat lampu mobil perlahan-lahan mendekat. Tidakmau kehilangan kesempatan, dia melambaikan tangannya untuk memintatumpangan. Ketika mobil tersebut mendekat, tanpa mau membuang waktu,sang fotografer langsung naik ke mobil, duduk dan kaget. Karena diabaru menyadari bahwa mobil tersebut tidak ada yang mengemudikan. Tapiterus saja jalan melambat.


Sang fotografer tetap saja bertahan di dalam mobil, sambil berdoa.Dalam perjalanan pelan sekali, ketika mobil sepertinya akan menabrakpohon dan jatuh ke jurang, tiba-tiba muncul sebuah tangan danmengendalikan setir agar mobil tidak menabrak. Hal tersebut terusterjadi berulang kali.


Akhirnya, ketika mobil mendekati sebuah warung kopi, fotografertersebut buru-buru turun dan memesan secangkir kopi. Sambil menangisterisak-isak, fotografer tersebut menceritakan kejadian seram yang barusaja dialaminya.


Selesai bercerita, fotografer tersebut akhirnya pingsan kelelahan dan juga karena menahan rasa takut.


Mendadak, dua orang berpakaian kotor dan basah kuyup masuk ke dalamwarung kopi dan melihat sang fotografer yang sedang pingsan. Spontansalah satu dari mereka berkata, "Itu dia kampret yang numpang dimobilyang lagi kita dorong!"wkwkwk..

1 comment: