10.22.2008

do'a seorang sLamet

Slamet masuk ke toko obat dan membeli sebiji kondom. Dengan riang diabilang kepada pemilik toko bahwa ebentar lagi dia akan makan malam dirumah pacarnya. "Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan adakelanjutannya" , tambah slamet sambil menyeringai. Kondom pun berpindahtangan.

Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk."Saya minta satu lagi", katanya. "Adik pacar saya juga cantik. Agakgenit pula. Saya rasa dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini sayamujur...". Kondom kedua berpindah tangan.

Slamet kembali masukdan minta tambahan satu kondom lagi. "Begini, ibunya juga tak kalahseksi. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Dan kalau duduk didepan saya, dia selalu menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga takkeberatan kalau saya dekati...".

Dengan berbekal tiga kondom, Slamet datang ke rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian sudah siap.Pacar Slamet, adik dan ibunya sudah menunggu. Slamet pun langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.

Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Slamet langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang lain-lainikut menundukkan kepala.

Satu menit berlalu. Slamet makin khusuk berdoa. Dua menit. Slamet terus komat-kamit -- cukup panjang untuksebuah doa sebelum makan.

Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, "Saya baru tahu kamu ternyata sangat religius".

Sambil terus menunduk, Slamet menjawab dengan suara hampir menangis:"Saya juga baru tahu ayah kamu yang punya toko obat....

No comments:

Post a Comment