1.29.2014

#Challenge Day 1 : jakarta

Sebenarnya tanganku mulai tersesat ketika harus merapal huruf demi huruf menjadi sebuah kalimat, mungkin gairah menulisku sedang terjepit di urat kemalasanku, ini adalah postingan pertamaku setelah puluhan mungkin juga ribuan hari telah kuterlantarkan rumahku di dunia maya ini, aku sibuk menggalau di kehidupan nyata, walau terkadang aku kesepian dan butuh
tempat untuk memuntahkannya, mungkin aku lupa jalan pulang atau terlalu banyak meneguk pil cuek. selama ini aku baik baik saja, menjadi manusia normal dan terkadang menjadi asing buat diriku sendiri, kadang kehadiranku kupertanyakan, ngapain aku disini?  ya itulah saya dengan ribuan ke anehan yang selalu mendominasi gaya pikiranku
Kali ini aku masuk ke rumahku di dunia maya, bukan ingin berbagi hati tapi ingin ku kabarkan bahwa kotaku (jakarta) sedang galau, bahkan cuaca mulai labil, sangat sulit diprediksi layaknya hati yang tengah goyah di usia yang sekarang, ehh ini bukan tentang hati, tapi ini tentang cuaca kotaku!
Jakarta langganan banjir, ini bukan tahun pertama jakarta banjir, tp sudah dari dulu tepatnya aku lupa kapan, katanya di jakarta ini semua ada, orang pintar bertebaran, orang cerdaspun demikian, apalagi yang namanya GALAU hampir semua warga jakarta itu galau, bayangkan saja, orang yang mengerti kenapa jakarta bisa banjir, dimana spot spot yang harus diperbaiki malah galau untuk turun tangan yang ada hanya memberitahu bukan langsung bergerak.
kota ini kaya, kaya akan kemalasan, malas untuk terjun ke lapangan langsung bisa jadi dalam hati berkata"kan udah ada gubernur yang urus"
begini saja, bagaimana kalau mulai sekarang kita berperan menjadi seorang Gubernur repot gak tuh? ya ialah pastinya repot, makanya jangan hanya bisa menyalahkan. atau kita berperan menjadi orangtua yang kebetulannya anaknya sakit demam berdarah, kalau seperti ini mau nyalahin siapa hayo?  
mulai dari sekarang saling nyalahin ini itu tuh ga ada gunanya, mendingan langsung belajar membenahi yang rusak bukan hanya ngomelin yang rusak sepertinya ga akan ada gunanya kalau hanya mengutuk,

Hujan... mungkin kita bisa bersahabat andai kami semua bergandengan tangan menyambutmu, maaf jika kami belum siap menerima kehadiranmu, tolong jangan marah dan nangis terlalu banyak agar kami bisa memperiapkan tempat jikalau kamu mau datang lagi Hujan

sekedar mau ngingetin, "SUDAHKAH ANDA BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA"

5 comments:

  1. *puk-puk*
    Ayaa, plis! sejak dulu gue selalu terbinar-binar dengan kemamuan bahasa lu. Jangan nyerah dengan tantangan ini yak! tulisan elu selalu memukau *suer!

    ReplyDelete
  2. seperti yang aku bilang kemarin, postingan ka maya dan ka lanny bagus! :D

    ReplyDelete
  3. siramin anggur satu satu kepalanya, biar tersadar dan khilafnya gak kembali untuk baca blog aku lagi :P

    ReplyDelete