10.22.2014

rindu setengah air mata

Berhari hari aku membuat hatiku terus mengerti. mencoba menemanimu walau bukan aku yang kau ajak berbicara, mencoba mengerti tentang waktu yang memelukku sendiri saat menunggumu,Terasa agak sulit karena sikap yang kamu tunjukan berbeda dari kamu yang sebenarnya ku kenal. Aku mulai merasa di balik kata sayang yang kamu ucapkan padaku ada seseorang yang menikmatinya. Bukan aku.

Entah siapa? Dan untuk kesekian kalinya aku tetap memaksa hatiku untuk percaya padamu.

“ jatuh cinta itu tak mudah bagiku, aku butuh hati , aku butuh rindu dan (sedikit) air mata “

Hingga akhirnya aku tau yang sebenarnya “ cinta , kamu berkhianat ! . tapi kenapa harus aku yang kamu khianati ? ”. tapi aku tetap mengajak hatiku untuk tenang, aku tak yakin ini terjadi. Entah apa yang lebih sakit dari ini ? jika ada aku ingin merasakan itu saja. Ada yang lebih menyakitkan ?

Tapi ternyata hati ini tak bisa tenang lagi, rindu itu tlah berbulir air mata. kali ini aku tak bisa lagi memaksa hatiku untukmu. Aku yang akan pergi, lelahku sudah cukup .

Sudah !

Jangan paksa hatimu yang tak lagi untukku, biar saja aku sendiri bila denganmu hanya bisa lelahkanmu” .

No comments:

Post a Comment