2.17.2017

Ketika mimpi beradu dengan penyesalan (#30dwc hari ke-18)

Pernah ngerasain mendadak ingin pingsan atau seluruh tubuh tak memiliki tenaga? bahkan bernafaspun rasa kontrakan nunggak 3 bulan. 

aku berdiri layaknya patung tepat didepan lemari bukuku, harusnya aku tak menyentuh ransel yang sudah seminggu tak berpindah tempat itu dan ketika kuraba ada kertas yang ngintip dibalik resleting tas yang tak tertutup rapat, niatnya ingin menolong kertas itu mungkin dia tengah kesakitan berada dihimpitan resleting.

aku berhasil mengambil kertas itu dan berhasil juga membuatku kaku seketika, deretan angka dan bulan memenuhi kertas itu, layaknya bom bunuh diri yang disutradarai olehku dan meledak saat aku menyentuhnya.

saat tersadar kucoba melipat dan memasukannya kembali kedalam tas, aku tak berniat mengingat kalimat dan angka yang tertulis di dalam kertas itu, tapi pikiranku mencoba menterjemahkan setiap kalimat yang ada di kertas itu, dan sesaat mataku kembali beradu dengan tas dan seolah olah aku tengah berdialog dengan kertas itu

aku seperti menghamba pada kertas, memohon agar menghapus semua tulisan yang melekat di badannya.

layaknya tawar menawar, hatiku mulai panas karena permohonanku sepertinya diabaikan, yang ada si kertas malah menari dan memperlihatkan deretan kalimat itu dengan jelas, "harusnya tadi aku tak menolongmu" ucapku dalam hati.

tubuhku mulai tak seimbang, kucoba kuatkan langkahku menuju kasur yang tak jauh dari meja, kurebahkan badanku seolah olah aku seorang dokter yang tengah memeriksa pasien, kumulai bertanya apa yang tubuh rasakan? apa ada riwayat waktu yang terkorupsi dan terlupakan?

waktu.. terkadang menjadi pedang dan bayang bayang akan perbuatan yang telah kita lakukan, mungkin akan menghasilkan senyum atau sebuah penyesalan dan berakhir dengan air mata.

waktu itu bisa membunuh dan menyembuhkan

andai.... andai kita bisa lebih bijak lagi memanfaatkan waktu dan harus selalu SADAR bahwa penyesalan itu selalu datang TERAKHIR.... 

No comments:

Post a Comment