2.27.2017

Sehat itu surga (#30DWC Hari ke-27)

Jangan malu buang sampah pada tempatnya, tapi malulah buat sampah di sembarang tempat!

Lingkungan adalah cerminan hidup kita, bagaimana kita mengkondisikan perpaduan antara udara, air, tanah,energi, mineral, flora dan fauna serta makhluk yang ada di dalam tanah. Lingkungan mempengaruhi kondisi fisik serta hubungan kekeluargaan, Lingkungan yang sehat itu harus memiliki karakter, bukan hanya dilihat sekitarnya bersih sementara sampah menumpuk di satu tempat tanpa ada tindak lanjut, Lingkungan yang bersih akan berakibat positif pada diri kita dan lingkungan sekitar, sementara jika lingkungan itu kotor yang ada hanya hawa negatif yang melekat di diri kita dan menjadi kebiasaan yang akan mengakibatkan warisan lingkungan yang buruk.

Menciptakan lingkungan sehat itu tidaklah sulit Tapi mahal, hanya perlu niat dan perubahan, simple bukan? niat itu dari diri sendiri mau menjadikan apa diri kita dan lingkungan kita, belajarlah akan yang namanya TAKUT sehingga ada obat yang bernama PERUBAHAN yang di mulai dari diri sendiri, keluarga kemudian lingkungan. sadar akan pentingnya kesehatan dan Pola Hidup sehat, Belajar lebay (bahasa anak sekarang) mengartikan satu buah sampah yang akan mengakibatkan banjir, demam berdarah, mulailah belajar disiplin, membuang sampah pada tempatnya, memberikan contoh yang baik kepada orang lain, mengajarkan jujur pada diri dan keluarga yang akan berakibat pada lingkungan, Perubahan itu memang tidaklah mudah, akan ada sentilan-sentilan dari berbagai faktor, misalnya dari diri sendiri, terkadang malas untuk membersihkan pekarangan, membiarkan sampah menumpuk, dan ada cibiran dari tetangga usil yang kadang dianggap "sok bersih, sok rajin" dan lain lain, Tapi tenang dulu, dari sinilah awalnya, dimana kita harus menunjukkan kepada mereka bahwa Kesehatan itu Mahal, perlu kerja keras dan telatenn.

Di indonesia, di kenal dengan masyarakat yang peduli, contohnya jika ada TKI yang bermasalah atau Iklan yang membutuhkan uluran tangan, maka sebagian besar dari masyarakat indonesia turut membantu, hanya saja terkadang hal yang di depan mata tidak kelihatan, kita sibuk mengurusi yang jauh dan lebih besar.
Bencana itu terkadang memberikan signal dahulu sebelum dia terjadi, contoh saja banjir yang mengirim hujan, erupsi kemudian gunung meletus, demam dengan berbagai diagnosa yang sudah kita ketahui, hal kecil seperti ini yang kadang kita abaikan, Ketika sudah terjadi banjir, demam berdarah atau penyakit lainnya barulah kita mencari penyebabnya, sibuk membersihkan rumah, pekarangan dan lingkungan sekitar padahal kita tahu dan sadar bahwa kebersihan itu pangkal kesehatan, got yang sering kita lihat dan kita abaikan kadang menjadi istana nyamuk dan sekitar got itu tempat paling nyaman anak-anak bermain, menghirup udara kotor, bermain tanah dan itu yang akan memicu virus masuk kedalam tubuh kita
Mari kita belajar untuk menghargai diri kita, bersama sama peduli akan kesehatan dan lingkungan mulai dari yang terkecil sampai yang besar, contohnya :
  1.  Rajin membersihkan diri (mandi)
  2.  Harusnya setiap daerah atau  lingkungan memiliki jadwal kerja bakti yang rutin, dan ini akan menambah silaturahmi dengan lingkungan sekitar
  3. Paham akan Kesehatan dan biaya berobat itu Mahal, tanamkan pada diri sendiri bahwa menginjakkan kaki di Rumah sakit untuk berobat adalah dosa sehinggah kita bisa mewaspadainya.
  4. Pikirkan masa depan anak dan cucu kita, alam ini semakin lama semakin tua seperti manusia, dan dia akan retak jika tak di jaga, jangan hanya sibuk memperbaiki diri ke salon, menggunakan perawatan ini itu buat diri sendiri sementara lingkungannya diabaikan.  
  5. Membersihkan got, comberan, lapangan serta menyiapkan tempat sampah untuk umum, 
  6. Membuat aturan di setiap lingkungan atau kelurahan, misalnya Denda jika membuang sampah atau got di depan rumahnya mampet yang bisa mengakibatkan banjir dan penyakit, mungkin dendanya bisa diakali dengan menyiapkan konsumsi di waktu kerja bakti.
  7. Memanfaatkan lapangan bukan buat satu kelompok saja, tapi menjadikan lapangan itu tempat nyaman untuk melakukan kegiatan
  8. menanam pohon, agar kelihatan asri dan ramah lingkungan
  9. setiap kelurahan itukan memiliki pemimpin atau kepala desa atau RT yang bisa sesekali dan membuat agenda rutin untuk memantau lingkungan sekitarnya, masalah apa, kekurangan apa yang ada dan dibutuhkan oleh masyarakat tersebut.bukan hanya aktip mendata warganya ketika hendak sensus atau lomba 17an.
  10. Memisahkan sampah kering dan basah sehinggah mudah diolah



Sekali Lagi Sehat itu Mahal, sehat itu di depan mata, dan menyesal itu selalu menjadikan bubur dan adanya terakhir, ingat... sakit itu pilihan, tentukan masa depanmu mulai dari sekarang, perbaiki pola hidup sehat, sehat itu bukan hanya dengan makan Mahal, tapi lingkungan sekitar, pikiran dan mengkonsumsi sayuran yang ada di sekitar kita, memanfaatkan lahan untuk kita tanami.
Jangan menggerutu ketika sakit, dan mengutuk lingkungan karena kotor dan penyebabnya, belajarlah hidup disiplin, alam dan sekitarnya juga membutuhkan manusia yang bertanggung jawab, alam itu akan memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukannya.
Mulai dari sekarang Lakukan perubahan untuk masa depan yang lebih baik lagi.

Saat musim kampanye, dan ribuan orang mulai care menebar janji, mulai dari perbaikan jalan, kesejahteraan masyarakat, pengobatan Gratis dll yang pastinya akan menyisakan sampah yang menumpuk, mulai dari brosur partai, poster dan baliho yang akan menjadi sampah di masyarakat, ini harus di waspadai terutama setelah melakukan pendekatan di lingkungan warga dan menyisakan gelas-gelas aqua yang berantakan, tanaman yang mati karena ditutupin kursi atau tenda.
Jika masyarakat lingkungan cerdas, harusnya setiap kelurahan atau tempat tinggal memiliki Komunitas daur ulang atau kerajinan yg bisa mengurangi sampah masyarakat, misalnya mengadakan praktek pembuatan pajangan dari kertas yg bisa kita gunakan kembali atau bisa di jual., memanfaatkan kain perca untuk membuat tas, atau hiasan lain dsb.

Jadi masyarakat yang cerdas dan lingkungan berkarakter itu di mulai dari diri kita sendiri!

Harapan saya selaku penulis blog ini kedepannya adalah adanya wakil rakyat atau pemimpin yang benar benar peduli akan nasib rakyatnya, begitu banyak orang yg meninggal karena penyakit demam berdarah atau yang diakibatkan oleh lingkungan yang kurang ramah (kotor dan tidak sehat) adanya kelaparan dimana-mana yang seharusnya memberikan kursus atau sistem paket yang bisa dijadikan bekal untuk mata pencarian sehingga hal ini tidak terjadi lagi.
Pemahaman dan tindakan nyata tentang tempat tinggal yang ramah lingkungan, bukan di pojokan kali yang bisa hanyut ketika banjir

Sehat itu di mulai dari diri sendiri, di mulai dari sekarang 

No comments:

Post a Comment