6.14.2017

Kornea berpupil raksasa (day ke-4 #30dwc)


 

Sajadah berwarna merah, mukena putih yang mulai lusuh menjadi saksi betapa diri ini sangatlah rapuh, mataku tak bisa menahan butiran salju yang membanjiri sajadahku.
Harusnya kuyakinkan diri seribu kali lebih aktif bahwa Kau telah mengemas takdir dalam lauh mahfuzh. Sempurna. Tak punya cacat di satu tanda baca pun. Aku saja yang mengabai, aku saja yang terlalu manja, aku saja yang tak pandai meneliti ada abjad apa yang kurang titik dan koma. Malah mengurusi hal-hal yang tidak patut dikunjungi berkali-kali. Harusnya aku jauh lebih paham, sebab detik memberiku isyarat bahwa waktu tak berputar mundur

Dipersiapkan lebih hebat tapi malah berontak. Katanya tak kuat. Katanya tak ingin, tak sanggup, tak mau, tak ... tak ... tak ... terlalu bising dengan kata tidak.

Lalu manusia macam apa yang tidak menuruti titah kitabnya. Kalau Allah mengikuti prasangka hamba-Nya, tak ingatkah nuranimu menginginkan sesuatu seberat apa tanggungannya dunia-akhirat? Katamu tempo hari, sejak masa masih dalam periode madya. Kau mengungguli waktu lebih dini. Menggauli hari lebih malam sampai habis datang pagi. Lalu, kau pikir bisa seenaknya sendiri? Kau kira tak ada uji materi? Kau anggap segala mudah begitu saja? Padahal nyata-nyata di depan sana lebih besar perkara akan menyapa, mengajakmu bicara, lalu mulai menampar-nampar sampai habis daya diganti air mata.

Mana mungkin menang dengan taktik serupa. Malas dan rajin saja belum tentu bisa sejalan. Tak mungkin seia-sekata dengan yang ngorok lebih lama. Pastilah yang kokoh itu disusun dari beton dua puluh tujuh kali lipat lebih banyak ketimbang rumah reot di pinggir kali Jakarta. Mustahil hapal seisi Kamus Besar Bahasa Indonesia beserta sinonimnya kalau aku tak paksa mata menjejal kata per kata sampai mual dibuatnya.
Sudah jelas kan mengapa "man jadda wa jadda" harus diikat kuat lima senti dari pelipismu? Harus di tempel di layar ponselmu, biar dekat dengan otakmu, biar nampak di matamu lalu sampai merangsuk ke hati melalui terjemahan jendelanya kornea berpupil raksasa dari asia.
Tenanglah sayang, Allah tidak akan meninggalkanmu.
-
#30dwc

No comments:

Post a Comment