8.21.2017

Lembaran baru

Inilah awal dimana aku meminta,  merajut pengharapan dalam keyakinan. Tidak ada cara yang terlalu sederhana dalam mencinta, tidak ada rasa yang tidak akan sampai sekalipun itu di pendam dalam diam. Karena cinta itu rasa, yang akan selalu menuju kepada siapa yang di harapkan. Sekalipun semua senyum itu sama, tapi akan terasa berbeda jika itu di berasal dari hati.

Aku suka caramu merayu tuhan dalam doa, aku jatuh cinta dalam diam. Tidak perlu ada kata yang terucap, jika seandainya hati kita saling terikat. Segala tentangmu itu senyap di dunia nyata,  tapi begitu gadung di langit. Karena setiap doa yang kau panjatkan selalu menjadi bahan pembicaraan para malaikat. Seseorang yang rela menyimpan rasa demi mengharapa cinta dari penciptanya.

Bidadaripun akan cemburu karena ada nama yang selalu kau sebut. Ada seseorang yang kau harap, tetapi lebih takut jika cinta itu menjadi alasan dia jauh dengan sang maha cinta. cinta akan datang pada waktu yang tepat, cinta akan tau kemana dia akan kembali dan menetap. Cinta akan menjadi alasan untuk menunggu tapi dia tau sampai kapan akan tetep bertahan.

Aku jatuh cinta padamu dalam diam. Dalam setiap malam yang aku rasakan ada suatu keyakinan dan ketenangan. Entah apa dan seperti apa, namamu yang sekarang masih rahasia dan aku berharap kita akan berjumpa. tak mengapa kita sekarang menjauh, aku faham mempersiapkan diri itu butuh waktu.

Dalam diam aku menunggu, dan percaya kalau kau akan datang untukku. Entah kapan waktu itu datang, yang pasti yakinku tidak akan pernah berkurang. Kalau cinta akan mempertamukan dua hati yang benar-benar berharap sekalipun itu dalam doa.

Toh yang diajak selfie juga belum tentu bisa diajak ke pelaminan,  jadi biarlah lembaran baru ini menjadi awal dimana doa-doa sudah kuterbangkan.

No comments:

Post a Comment