8.21.2017

Surat untuk etta di surga

Dear etta,

Lelaki yang paling kusayang,  cinta pertamaku.. Apa kabar ta? Semoga semakin bahagia ya,  doaku tak pernah putus untukmu,  hari ini aku merindukanmu,  merindukan masa di mana aku bebas manjat di bahumu,  bebas bermain mobil-mobilan denganmu.

Aku sekarang sudah dewasa ta, kata orang sudah waktunya untuk menikah jika sudah punya calon,  tiba-tiba saja aku membayangkan dirimu hadir di tengah pesta dan kau yang menikahkanku,  melepas anak semata wayangmu ke laki-laki sholeh pilihan Allah, memelukku dengan penuh wejangan, mengusap air mata putrimu yang pasti akan berderai terus. Menitipkan aku pada dia dan mungkin saja kau akan memarahinya jika membuatku menangis.
Akh..  Aku semakin rindu ta

Etta,  mungkin kau terlalu sibuk sekarang sehingga mengunjungiku sudah sangat jarang,  aku kangen bercerita banyak hal, berbagi kisah tentang hari-hariku yang terkadang membosankan. Oh iya,  keadaan aku sama ummi di sini sehat,  cuman ummi kadang mengeluhkan kakinya yang mulai pegal dan suka sekali protes jika mendengar harga sembakau melangit hahaha

Maaf ya ta,  belum bisa menjadi anak kebanggan,  belum bisa membahagiakanmu dan ummi.
Aku belum bisa melakukan hal yang sangat sederhana,  melengkungkan senyuman di bibir kalian,  aku kadang kecolongan mengabaikan ummi saat dia berbicara

Etta,  tahu gak.. Aku menulis surat ini pukul 01.00 dengan suhu ruangan 32• dan tangisku pecah diatas sajadah saat ini,  hatiku merontah dan ingin sekali rasanya ada dalam pelukanmu saat ini

Tuhan,  mungkin duniaku sudah tidak sama,  tapi apalah arti mewujudkan jika Kau berkehendak,  aku bersimpuh dalam hamparan sajadah,  hadirkan dia,  sebentar saja Tuhan.

Etta,  sekarang lagi musim panas di sini,  sesekali sih masih hujan,  boleh gak aku main hujan dan kau turun bersama hujan agar genangan yang sudah lama kutadah di pelupuk mata ini bisa tumpah tanpa ada yang melihat. Kumohon ta
Andai saja aku mampu
Andai saja aku tahu caranya

Baik-baik di sana ya ta,  putrimu baik-baik saja di sini,  masih cengeng seperti biasa dan jangan khawatirin ummi,  aku sudah membuat kesepakatan dengan Tuhan untuk selalu menjaga ummi apapun kondisinya

Boleh gak,  malam ini datang sebentar saja di mimpiku?

Putrimu
Yang sangat merindukanmu

No comments:

Post a Comment