3.28.2008

tidur dengan suami orang

Teman saya ini (katakanlah namanya Wati,
27tahun,
bekerja pada suatu perusahaan
brodcasting yang tidak
terlalu besar sebagai asisten dari salah
seorang
partner pada perusahaan broadcsting
tersebut (kita
sebut saja namanya Andy).

Wati sangat mengagumi profil dan
karakter Andy. Sebut
saja semua hal yang baik, maka Andy
memilikinya. Otak
yang cemerlang, sikap yang profesional
dan gentleman,
penampilan yang selalu rapi dan nice
looking serta
usia baru 36 tahun (waktu itu).

Singkat cerita Wati mulai "naksir" Andy.
Ternyata Wati
membiarkan perasaannya kepada Andy
tumbuh tanpa
halangan. Semakin hari ia semakin jatuh
hati kepada
Andy. Andy bukannya tidak tahu akan hal
itu tetapi
sikapnya yang Professional di kantor
yang tidak
membiarkan hal-hal pribadi mencampuri
urusan kantor
membuat Wati semakin mengagumi pribadi Andy.

Suatu hari urusan kantor membuat mereka
berdua harus
pergi ke beberapa kota di Jawa Tengah.
DL (dinas kota)
nich ceritanya. Untuk memudahkan
mobilisasi, mereka
naik pesawat ke Semarang dan menyewa
mobil untuk
melakukan perjalanan darat di sekitar
Semarang,
Magelang, Yogya dan Solo dalam rangka
melakukan suatu
survei khusus untuk Kepentingan klien.

Entah bagaimana ceritanya mereka
kemalaman dan
menginap di sebuah hotel kecil.
Sebenarnya Andy ingin
memesan 2 kamar tetapi karena hanya
tersisa 1 kamar ia
meminta pendapat Wati. Karena memang
sudah sangat
lelah Wati setuju untuk sekamar dengan Andy
(sebenarnya Wati agak "sedikit senang"
dengan kondisi
darurat tersebut).

Karena tidak ber-AC, maka Andy membuka
jendela kamar.
Masalah lainnya kamar tersbut hanya
memiliki 1 ranjang
Berukuran tanggung dan tidak memiliki
kursi panjang.
Tidak mungkin bagi Wati untuk meminta
Andy tidur di
lantai. Jadilah akhirnya mereka tidur
Seranjang
setelah Andy berjanji bahwa ia tidak
akan melakukan
hal yang tidak-tidak.

Sebenarnya Wati tidak bisa tidur karena
seranjang
dengan Andy. Sebagai seorang wanita
jantungnya
berdebar sangat kencang karena tidur
serajang dengan
pria sopan yang sangat dikaguminya. Kaki
mereka
beberapa kali saling bersentuhan karena
ranjangnya
memang pas-pasan.

Setelah setengah jam, angin malam yang
masuk lewat
jendela Membuat Wati merasa kedinginan
sehingga ia
memberanikan diri bertanya Kepada Andy:
"Mas Andy, aku
kedinginan nih. Boleh nggak minta tolong
Jendelanya ditutup saja?"

Andy tidak langsung menjawab dan Wati
berpikir Andy
sudah tertidur sehingga ia berkata lagi:
"Mas Andy..."

Kali ini Andy langsung menjawab: "Wat,
kamu kedinginan
ya?
" MAUKAH KAMU MALAM INI KAMU BERTINDAK
SEPERTI ISTERI
SAYA?"

Jantung Wati serasa berhenti berdetak.
Pikirannya
langsung guncang mendengar pertanyaan Andy.
Dengan hati-hati ia bertanya:
"Maksud mas Andy?"
Maksud saya...., jendelanya kamu tutup
sendiri ya ?!"

HEE..HEE..HEE. .. SERIUS AMAT
BACANYA...

1 comment: