3.28.2008

tuhan, cari aku

Malammalam pekat
Kita bermain petak umpet
Biarkan rahasia bergelantungan di sudutsudut laut
Ia berjelaga
Tanpa perak dan tanpa retak
Tak ada yang pecahkan alam
Meski angina telah membisikkan ayatayat terang lagi genap
Menggelar sajadah
Pada dindingdinding dingin, batu karang

Lalu kudengar bunda bertanya padaNya
Matanya teteskan air

Seperti air langit sirami zamanzaman yang kian berdebu:
Tuhan, ke manakah nabi Ibrahim saat mati lamu?*
Ia menyahut dengan gerutu

Aku tak tahu
Aku manggutmanggut disantap kantuk
“Tuhan, cari aku dalam gelap!”

No comments:

Post a Comment