6.04.2008

tragedi monas

Ada asumsi, bahwa aksi yang dilakukan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) adalah upaya pengalihan opini rakyat akan kenaikan BBM yang dimotori kumpulan LSM komprador pro-neoliberalisme.

Fakta sendiri menunjukkan, sehari setelah tragedi Monas terjadi, pihak kepolisian menyatakan bahwa aksi di silang Monas tidak mengantongi ijin resmi (RCTI, Nuansa Pagi, 2/06/08). Sedangkan di depan Istana Negara sendiri justru sedang ramai menyuarakan ketidaksetujuan rakyat akan kenaikan harga BBM, yang tentunya telah mengantongi ijin dan dikawal oleh pihak kepolisian.

Dari berita yang dilansir dalam berbagai media, aksi AKKBB yang konon dalam rangka memperingati lahirnya Pancasila (1 Juni) namun ada menyuarakan pembelaan terhadap Ahmadiyah. Sayangnya media tidak memberikan keterangan kronologis mulai dari aksi AKKBB hingga terjadinya bentrok dengan Laskar Islam. Media asyik mengekspos bentrokan AKKBB dengan Laskar Islam saja dan bahkan ada yang sampai hati membumbui dengan berbagai asumsi yang menohok FPI dan tentunya merembet kepada gerakan Islam lainnya.

Media pun ada yang memotret Munarman, sang Panglima Komando Laskar Islam, diberitakan tengah mencekik aktivis AKKBB padahal faktanya yang tengah dipegang lehernya oleh Munarman adalah anak buahnya sendiri yakni Ucok Nasrullah- untuk menahan Ucok agar tidak berbuat anarkis (Koran Tempo, 3/06/08). Sukseslah sudah, opini kenaikan harga BBM tidak lagi menjadi topik hangat tapi digantikan dengan opini kekerasan yang dilakukan oleh ormas Islam terhadap ormas liberal.

”Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah mengubahnya dengan tangannya dan jika dia tidak mampu, hendaknya mengubahnya dengan lisannya dan jika dia tidak mampu, hendaknya mengubahnya dengan hatinya. Sesungguhnya hal itu merupakan selemah-lemah iman.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, ibn Majah dari Abi Sa’id Al Khudri).

Hakikinya, dalam dakwah Islam sendiri memang ada perbedaan gerak baik antara gerak individu maupun gerak jamaiy (kolektif). Dicontohkan dari aktifitas dakwah pribadi Sa’ad bin Abi Waqqash yang sedang melaksanakan shalat bersama para shahabat. Mereka kemudian dicaci-maki oleh kafir Quraisy. Sa’ad pun membunuh kafir Quraisy tersebut dengan tulang unta. Begitu kejadian ini dilaporkan kepada Rasulullah, ternyata beliau hanya diam. Diamnya Rasulullah berarti ’no problem’, karena aktifitas tersebut murni dari reaksi pribadi (private reaction) Sa’ad tanpa mengatasnamakan dirinya sebagai anggota dari kelompok Partai Allah terhadap aksi vulgar kafir Quraisy tersebut.

Berbeda dengan gerak dakwah kolektif (berjama’ah) maka amar ma’ruf nahi mungkar dijalankan tanpa unsur kekerasan sedikit pun. Penyebaran pemikiran dan politik Islam yang dijalankan sesuai metode Rasulullah dalam berdakwah.

Metode dakwah Rasul sendiri dalam amar ma’ruf nahi mungkar adalah ; pertama Pembinaan Intensif demi mengubah kepribadian (pola pikir dan pola sikap) seseorang menjadi kepribadian Islam, kedua Interaksi ide Islam kepada masyarakat luas ( tafa’ul ma’a al-ummah) dengan aktifitas adu pemikiran (shiraa’ul fikr) dan perjuangan politik (kifah siyasi) yakni mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan Islam bahkan cenderung menzalimi rakyat, ketiga Penerapan hukum dan sistem Islam (tathbiq al-ahkam wa nidham al Islam) yang hanya dapat terwujud bila umat telah sadar akan urgennya penerapan Islam kaffah seperti kesadaran rakyat Madinah dalam Bai’at Aqabah II.

Memang pada dasarnya harus ada kesamaan pemahaman antar gerakan-gerakan Islam mengenai gerak dakwah kolektif dalam menghadang black propaganda agar tidak terpancing provokasi, tindak anarkis dan mencoreng Islam. Bila umat Islam dalam gerak dakwahnya memunculkan aksi anarkis maka komunitas Islamfobia pun bersorak-sorai karena berhasil mencoreng khairu ummah –umat terbaik yang memperjuangkan Islam hingga titik darah penghabisan. Solusinya sudah jelas, kembalilah kepada metode dakwah Rasulullah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta menggalang persatuan umat yang lebih solid. Penulis yakin gerak dakwah pun akan cool – ormas liberal menggonggong, kafilah pun tetap berlalu.

Wallahu’alam bishshawab.

No comments:

Post a Comment