5.10.2014

waktu

Cinta itu tak perlu banyak bicara, prilakunya cukup membahasakannya
Tak seharusnya kau ucapkan cinta jika kamu masih bungkam ketika ada yang bertanya tentangku, tak sepatutnya kau bilang sayang jika ada orang yang menyebut namaku dalam obrolan kemudian kamu seperti ingin berlari tapi ditengah kerikil yang runcing.

Aku justru merasa paling asing ketika kamu berkata aku sayang kamu, pernahkah kamu mencoba menelusup masuk kedalam hatiku?  merasakan menjadi aku, mungkin kamu akan menemukan retakan hati  dan ribuan tanya yang tak terjawab!
aku ini perempuan sayang, tak tahan bila tahu kamu hanya ingin bermain main dengan perasaanku, menyapaku dalam kesendirian dan mengabaikanku ketika kamu bosan.
Aku ini perempuan sayang, terlalu rapuh bila bersentuhan dengan luka, tak sanggup rasanya harus berbagi hati dengan yang lain.

Jangan berlari terus jika hujan mulai deras, cobalah berteduh sejenak dan mencari payung untuk melewati hujan, kamu Tahu di luar sana akan ada Hujan yang lebih besar lagi setelah ini.
aku ini orang yang perlu kamu beri pengertian, agar aku tahu kamu tak suka ini itu, atau kamu suka ini itu, apa salahnya kita berbicara tentang keseriusan? aku belajar darimu dan kaupun bisa mengambil yang baik dari apa yang aku lakukan, kita bisa buang yang mengganggu, kita isi apa yang masih kosong dan kita kurangi apa yang berlebihan. bukan aku sendiri yang melakukan itu, bukan aku sendiri yang repot memberitahumu apa yang aku suka dan sibuk menerka nerka hal yang kamu benci.
Andai kamu hanya ingin bermain denganku, mengisi kesendirianmu, mungkin aku bisa menjadi temanmu, andai kata sayang itu tak kamu ucapkan mungkin aku tak akan bertanya siapa aku di hatimu?
sayang... jika nanti aku pergi tanpa kabar, itu bukan karena aku tak menyayangimu lagi, tapi aku takut memberi harapan kosong kepada diriku, sementara diirimu begitu sulit meyakinkan aku.
masih teringat jelas, bagaimana kamu tak menjawab pertanyaan itu, bagaimana kamu diam seribu bahasa, semua itu masih sangat melekat dalam benakku

Harusnya kita berhenti di februari, biarkan maret menulis kisah kita masing masing.
Harusnya aku tahu diri, iya.. tahu diri sebelum melangkah sejauh ini
tak mungkin aku memperjuangkan rasa ini sendirian, mungkin kamu tak akan pernah mengerti rasanya cinta sendirian!

sayang.. cinta itu tak pernah merugi, jika ia adalah pemberi dia tidak akan meminta kembali
Tak ada hal yang lebih baik kecuali perpisahan dengan iklas, tak ada cinta yang sempurna kecuali mendoakanmu dari jauh, 

Tuhan,... aku ingin di peluk lebih lama :(

6 comments:

  1. pede aja sama kemampuan diri sendiri. setiap orang unik lho, bukan hanya cantik, tapi juga hati yang baik. kalo mbanding2kan nanti jadi capek sendiri. capek ati, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa... kalo ngebandingin trus ga akan pernah selesai :D tapi terkadang memang merasa aku bukan siapa siapa :(

      Delete
  2. Kenapa harus meragukan sayang orang lain untuk kita, Kak? Mungkin memang dia itu tipikal laki-laki yang begitu, yang cuek, yang tidak begitu pandai menunjukkan rasa sayangnya ke orang lain, atau ke Kakak :))
    Jangan terlalu underestimate diri sendiri giu dong, setiap orang kan diciptakan dengan kelebihan kekurangan dan keunikannya masingmasing. Semangat yaa :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. seandainya aku belum tahu dia bagaimana, bagaimana dia dulu pasti ga akan seperti ini :( wajar sih kalo seandainya dia mencari sesuatu yg sempurna, aku aja yg terlalu berlebihan memiliki perasaan sperti ini, semoga bisa move on :)

      Delete