7.29.2017

Filosofi air (day 24 #30dwc)

Langit ibukota sedang galau,  terkadang mendung kemudian terik bahkan tiba-tiba saja sudah turun hujan. Kadang bisa dalam bentuk gerimis yang romantis, di lain waktu hujan turun seperti air tangisan yang jatuh dari langit. Hujan dan air selalu menyibakkan misteri dan inspirasi.

Aku adalah penikmat hujan dan penyuka bau tanah setelah hujan,  bagiku aromanya sangat eksotis berpadu dengan rerumputan yang akan menciptakan sensai bau yang bisa membangkitkan imajinasi, seperti malam ini suasananya cukup syahdu,  hujan di luar mampu menghipnotisku untuk menyusun deretan huruf di blog ini

Dari penelitian ilmiah, Hawking 1997 Fisikawan dari amerika mengemukakan bahwa air adalah hidup yang bertipikal anomaly . Air mempuyai anomali khusu dan hampir bebeda dengan ciptaan Yang Maha Esa lainnya. Air tidak pernah berubah dan Mau tahu filosofi air?

Pertama,  Salah satu sifat tersebut adalah perilaku air yang selalu mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Kecuali di zaman modern ketika mesin pompa sudah ditemukan, pada zaman dahulu tentu amat susah untuk menaikkan air dari tanah ke permukaan yang lebih tinggi.

Saya yakin, Tuhan menciptakan air agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Menurut saya, sifat air yang selalu mengalir ke tempat rendah analog dengan sikap rendah hati pada manusia. Air selalu ingin berguna bagi makhluk hidup yang ada di bawahnya. Ibarat pemimpin, air adalah pemimpin yang melayani. Jika ia berada di posisi teratas, maka ia akan menjadi pelayan bagi orang-orang yang membutuhkan di bawahnya. Apalagi air identik dengan sumber kehidupan. Maka tidak salah jika sifat pertama ini saya analogikan dengan pemimpin yang melayani. Pemimpin yang melayani adalah sumber kesejahteraan bagi masyarakat yang ia pimpin.

Kedua, air selalu mengisi ruang-ruang yang kosong. Cobalah buat sebuah kotak kedap air yang bersekat tapi memiliki celah. Kemudian isi kotak tersebut dengan air. Air pasti akan berusaha memenuhi kotak tersebut dengan wujudnya. Perlahan tapi pasti, melalui celah antar sekat, air akan mengisi kotak tersebut

Manusia yang baik adalah manusia yang berusaha mengisi kekosongan hati dari manusia lainnya. Dengan meniru sifat air, kita seharusnya bisa menjadi penolong bagi manusia lainnya yang sedang bermasalah atau kekurangan. Tentu, jika sifat air yang kedua ini benar-benar kita teladani, kita selalu memiliki waktu untuk melengkapi kehidupan manusia lainnya. Artinya, kita menjadi manusia yang senang menolong dan suka berbagi. Karena sebenarnya, batin kita terisi setelah memenuhi kekurangan dari saudara kita.

Ketiga, air selalu mengalir ke muara. Tak peduli seberapa jauh jaraknya dari muara, air pasti akan tiba di sana. Sebenarnya saya tidak setuju dengan orang yang menggunakan pepatah “hiduplah mengalir seperti air” untuk menguatkan gaya hidup yang tidak punya arah dan serampangan. Justru sebenarnya dengan kita meniru air yang mengalir, kita seharusnya punya visi kehidupan yang jelas

Air tidak pernah berpikir untuk berbalik arah. Air tidak pernah berhenti untuk mengalir hanya karena ada beberapa penahan di depannya. so. Selamat meneladani air guys

No comments:

Post a Comment