4.02.2018

Kita Hanya Berbeda (day 1 #30dcw)


Akh, kamu yang gila malah teriak gila

Aku menari di tengah kerumunan orang, memakai jaket di siang bolong dan suka berbicara dengan kucing dengan jarak yang tidak begitu jauh karena sesungguhnya aku takut sama kucing.
Aku sering berbicara pada langit saat rindu menghampiriku, aku mengutuk langkah kaki yang merusak dinding peristirahatan orang-orang.

Kata mereka aku gila, karena hal aneh selalu memelukku dan aku berbeda kata mereka.

Orang gila itu menyebut aku gila
Lalu, siapa sebenarnya yang gila?

Tapi mengapa hanya kata 'gila' yang terucap keluar dari bibir mereka ? Mengapa tidak ada yang mau sedikit bersusah-susah bertanya 'kenapa' ?

Demikian mereka memandang aku, tapi aku yakin orang yang ramai-ramai menyesengsarakan rakyat, merekalah yang harusnya disebut orang gila, mereka yang duduk di cafe atau membuang uang ke pelacur-pelacur itu sementara didepannya ada orang yang merintih kelaparan, merekalah yang seharusnya dikatakan gila. Mereka yang mengambil lahan tempat tinggal kami dan membiarkan kami mati dengan perlahan, merekalah yang paling gila....

Tapi tolong, jangan sebut aku orang gila hanya karena kamu menganggap diri kamu sempurna dan kita berbeda

Sudut langit, 2 april 2018

No comments:

Post a Comment