Memoar luka (#30dwc hari ke-7)
Mungkin pada sebuah masa, kita hanya perlu duduk terdiam
menikmati secangkir air putih saja, tanpa ada campuran apa apa
agar kita bisa merasakan rasa yang seharusnya tidak berselingkuh dengan warna
Biarkan tatap ini bekerja
biarkan rasa ini beradu dalam diam
dan biarkan gemuruh memeluk tanya sehingga jawab akan tercipta dalam dekapan nyata
aku bukan ingin mengaduk rasa, tapi aroma lebih dulu menyulutkan uapnya
aku bisa apa?
sementara diam hanya mampu tercipta dalam hening
dan bara api mulai membakar setiap sudut kesetiaan
sayang...
maaf atas egois yang menyulut amarah
harusnya kubiarkan saja cemburu itu terbang tak bertuan
kini, aku seperti memoar luka yang berserakan
aku kehilangan rasa dan warna
bukan aku membiarkan tapi tatapmu berhasil menelan setia kita
2 Comments:
diksinya mampu buat aku sakit kak
Oih nyampe banget pesannya, fren. Kadar cemburunya dikurangi biar kalian tak saling bungkam dalam lara. Cihuyyy...
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home