7.28.2017

Dear (day 23 #30dwc)

Dear Ummi

Saat maya menulis notes ini, di luar hujan rintik-rintik membasahi tanah. Rintikan hujan membasahi hatiku seperti engkau membasahinya dengan cintamu. Sesekali maya melihat keluar, hujanpun masih mesra mengecup bumi. Duh, sungguh romantis, benar-benar romantis. Lagi lagi maya teringat dengan sejuta keromantisan yang telah Ummi berikan. Ada sebongkah kebahagiaan ketika kelelahan maya pulang dari beraktivitas seberkas senyum hinggap menerpa dinding hati maya. Sayang selalu untuk Ummi ya.

ingin rasanya menulis dengan bahasa yang begitu menyentuh dan bahasa yang melebihi romantisme, tapi tangan ini merenggang untuk mengungkapkan rasa, ingin sekali rasanya berlari kepelukanmu,  merasakan keteduhan dalam setiap dekap yang bersahutan dengan nafas yang tak teratur

Ummi, Maafkan anakmu yang tak seluwes anak-anak lain dalam bercerita,  berbagi beban dan mengadu banyak hal. Entahlah...  Wanita seperti apa diriku ini,  terkadang harus berpura pura kuat, berpura-pura tak ada apa-apa, sekalipun aku melirikmu diam diam dan percayalah saat itu pelukanku mendarat di dirimu mi.

Ummi ingat gak,  setiap ada masalah, dan air matamu jatuh,  atau tatapanmu penuh ketakutan dan saat itu aku akan bertingkah seperti orang yang sangat cuek di dunia,  berpura-pura semua baik baik saja,  dan jawabanku hanya "namanya juga hidup,  pasti ada cobaan,  tenang aja mi kan ada Tuhan,  dan beribu alasan klise lainnya

Mungkin kamar mandi,  baju,  cermin,  tembok dan Sajadah yang menjadi saksi,  bagaimana mataku basah,  mengutuk kesedihan dan memanggil Tuhan saat itu juga,  mungkin aku tak menangis di depanmu tapi negosiasiku pada Tuhan saat itu juga pasti berlangsung

Terkadang aku juga lelah berpura pura tegar,  ada masa dimana aku butuh pundak,  butuh sandaran dan pelukan,  ummi..  Tidak akan ada airmata yang boleh menetes selama anakmu ini masih ada,  bahkan jika boleh kusiapkan senyum dan bahagia untukmu,  andai bahagia itu bosa kubeli,  mungkin rumah ini sudah penuh dengan ketawa

Sabarmu yang mengajarkan aku kuat,  caramu merespon setiap masalah membuat aku merasa Tuhan tidak pernah membiarkanmu sendiri,  Dia ada di dalam dirimu.

Ummi...  Maafkan anakmu yang belum bisa membahagiakanmu,  semoga setiap doa yang kau bisikkan pada bumi segera di dengar oleh langit dan aku percaya,  setiap cerita punya jalannya dan Tuhan tidak akan oernah membiarkan hamba-Nya sendiri

Ummi,  sehat selalu yah.  I love you
Tuhan,  jaga dia selalu dan mudahkan setiap langkahnya

No comments:

Post a Comment