2.11.2017

Ada Jogja di bulan Februari (#30DWC Day ke-11)

    Jogja, ada dendam yang belum tuntas kubalas pada waktu lalu,  Jangan pikir saat aku menuliskan ini aku tertarik untuk mengingat bau tanah saat musim hujan, atau teriakan pedagang di malioboro, jauh sebelum aku menulis, ingatanku sudah sampai di Jogja.

Februari di musim penghujan, rintiknya mengisyaratkan duka yang harus segera kusemai, angin segar yang kembali memaksaku untuk berdialog dengan kenangan. Sulit rasanya tak menyertakan jogja dalam hidupku, mengenalkan akan cinta, patahati dan cinta kembali, Jogja adalah rumah keduaku setelah jakarta, tapi hatiku sudah kuletakkan lebih dulu disana.

Di Jogja, saya menemukan ribuan alasan untuk tersenyum setelah pata hati, ribuan cinta untuk jatuh cinta kembali, dan terkadang membuatku ingin segera pergi dan menjauh dari jogja. Tapi yang membuat Jogja jadi istimewa, selain hip hop dan bakmi goreng, adalah mantan. Seperti slogan yang kerap kita dengar: Jogja berhati Mantan. Ia tak hanya romantis seperti yang digambarkan oleh Rangga dan Cinta dalam Film mereka, atau tentang deretan jalan di kaliurang yang sendunya tak akan bisa dikalahkan oleh siapapun  atau mungkin kafe yang berjajar di s seuturan yang menyimpan jutaan kenangan setiap pengunjungnya, atau muungkin riuh rendah jalan Solo yang sering dilewati berpuluh manusia setiap harinya untuk merayakan kehilangan sambil menangis di atas laju motornya.

Sejak Februari tahun lalu, aku tidak akan bisa mengingat Jogja tanpa aku juga mengingatmu. Kamu, dan perjalanan kita. Jogja adalah kumpulan hal-hal sederhana yang meninggalkan perasaan tak terjelaskan. Sesederhana duduk melewatkan malam, di atas tikar yang dibentangkan pada trotoar sisi selatan stasiun Tugu.
Tahun kemarin kita merasakan pahitnya penghianatan di bulan februari, kau menyelingkuhiku dengan pesan romantis yang tak sengaja aku buka. Di kota ini kita merasakan keramahan penduduk yang bersetia pada adat, tapi juga kemarahan dari orang yang mengaku paling beragama. Jogja terlalu besar untuk dilupakan.


Februari dan Jogja adalah mantan yang tak bisa dilupakan sekalipun ada dendam yang menghasutku untuk segera sampai disana

1 comment:

  1. Wah rada susah kalo ngajak maya ke Jogja ya?! Hahaha.

    ReplyDelete