Dear You...

Jangan membuat Tuhan cemburu yah!!!

7.21.2017

Chester Benninton tutup usia (day 16 #30dwc)

Kabar duka datang dari belantika musik rock. Vokalis band Linkin Park, Chester Bennington, dikabarkan meninggal gantung diri. Dikutip dari TMZ, kepolisian setempat melaporkan menemukan sang vokalis sudah dalam keadaan tak bernyawa pada Kamis (20/7) pukul 09.00 pagi. Lokasi kejadian berada di kediamannya di Palos Verdes Estates di Los Angeles, Amerika Serikat. Kepergian Chester Bennington adalah sebuah kehilangan besar tak hanya bagi dunia musik, tetapi juga bagi seluruh dunia.
 
Sebelum dia tutup usia, album terbaru Linkin Park yang berjudul One More Light, sukses bertengger di puncak Billboard 200 pada awal tahun ini. Satu jam sebelum vokalis Linkin Park, Chester Benninton meninggal, band rock asal Amerika Serikat itu mengunggah video di YouTube. video ini menjadi video terakhir Linkin Park bersama Bennington. 

Sepanjang karirnya, Bennington mencatatkan beberapa lagu fenomenal untuk band.
Lima album diantaranya menjadi nomor satu di Amerika Serikat, Meteora, Minutes to Midnight, A Thousand Suns, Living Things, dan One More Light.
 
Linkin Park sendiri menjadi band yang digemari pada tahun 2000 berkat album perdana mereka, Hybrid Theory. Album ini berhasil merebut perhatian dunia sehingga Linkin Park menjadi salah satu band alt-rock dan rap paling diperhitungkan saat itu.

Kemudian pada 2003 lalu Linkin Park melahirkan album Meteora, salah satu album tersukses mereka berkat kolaborasi yang apik bersama JAY-Z. Capaian ini membuat Linkin Park menjadi band yang paling berpengaruh di abad 21.

selamat jalan Bennington,



Labels: ,

7.12.2017

Teori jodoh (day3 #30dwc)

Kau juga tahu, diam-diam doaku menjalar tak henti, terus bernyanyi sampai kutahu ada yang doanya lebih merdu dariku.

Soal hati, kita tidak pernah diberitahu apa yang akan ia rasakan bahkan untuk satu detik mendatang. Soal jodoh, apa aku harus berteriak mencari si jodoh atau harus mewawancarai pasangan mesra yang kemudian bercerai? Kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi semenit kemudian, bisa saja si sholeh datang bertamu dan mengajak ke KUA untuk membantunya mengabadikan moment sahabatnya, atau anak tetangga yang tiba tiba akrab atau bahkan cucu raja salman yang tiba tiba ngirim dm di instagram.

Aku mengingat, kau melalai. Kau berisyarat, aku mengabai. Siapa yang bisa menyangka? Dan kalau tiba-tiba kau mengingatku, sampaikan pada Allah, kirim signal melalui do'a Sebab mungkin itu pesan yang kubisikkan pada-Nya untuk kaurasakan. Bila pertemuan belum disempatkan, bila hati belum luluh, biar Tuhan jadi pihak ketiga dalam urusan kerinduan. Dan kita saling berhamburan dalam pelukan setelah dihalalkan. Entah dengan siapa kita nanti, biar perasaan ini menyingkir dengan sendiri. Sebab ilmuku terlalu sedikit untuk paham teori jodoh. Pengetahuanku teramat dangkal untuk bicara perkara jodoh. Bukankah lebih baik membiarkan segala diatur atas kehendak Allah?

Ijinkan aku malam ini menjadikanmu satu satunya bahan yang akan aku bahas dengan-Nya, ini bukan kali pertama tapi semoga ini pertama kalinya Allah menuntunku kearah yang lebih baik, termasuk prihal jodoh.
Dan sepagi dini tadi aku menemukan telepon genggamku dalam dua fungsi: pengingat dan pengenang. Semoga saja hati ini lebih sabar dan ikhlas

Aku yang memang seharusnya cepat-cepat bangun dari ingatan-ingatan layaknya kenangan. Dan kamu melakukannya, membangunkan aku dari tidur

Aku yang memang seharusnya cepat-cepat bangun dari ingatan-ingatan layaknya kenangan. Dan kamu melakukannya, membangunkan aku dari tidur panjang; dari mimpi yang tinggal bayang-bayang. Apabila rindu ini jatuh pada waktu yang salah dalam perasaan yang salah-kaprah, aku berharap segalanya dibenarkan oleh Allah melalui sesuatu yang absah. Sebab hatiku ini jadi begitu lemah bila berbenturan dengan rindu, maka perasaan itu selalu kujadikan perbincangan dengan Tuhan; dengan doa, setelah sujud dalam sholat.

Perasaan yang tidak akan pernah bisa kamu hentikan adalah cinta. Maka cintailah apapun itu yang membuatmu merasa semakin membutuhkan Allah, cintailah ia yang dengannya kautemui dirimu selalu merindukan Allah. Cintailah ia yang membuatmu selalu merasa tidak pantas, sehingga kamu tak pernah berhenti memperbaiki dan yang membuatmu tidak pernah puas, sehingga kamu terus bebenah diri.

Andai bisa, surat ini kulipat dan kujadikan pesawat-pesawatan lalu kuterbangkan bersama hembus angin yang entah bermuara ke mana. Biar tak lagi mengendap di dadaku. Atau kubungkus dengan koran, biar jadi bacaan setiap mata. Boleh juga, kumasukkan dalam karung, biar hancur tertusuk-tusuk layaknya melihat pernikahan muzammil pagi kemarin yang begitu syahdu

Labels: , , , , , , , , , , , ,

6.14.2017

Detik yang tak berdetak (day ke-2)



Harusnya kubuang saja rintikan kenangan yang menghujaniku, menutup mata agar tak menangkap rupa dalam gelindingan detik yang tak mengenal detak. Akan ada penjelasan atas apa yang tidak bisa kuselesaikan sendiri.
 
Percayalah Sayang, mimpi yang kau cetak tebal di halaman depan buku catatanmu akan membawamu melesat sampai ke sana. Ke tempat yang ingin kau tuju. Maka salahkah bila Allah sokong IQ selevel Albert Einsten untuk mereka yang terobsesi pada inovasi tingkat mahir? Atau Allah modali panjang hati bagi ia yang bercita-cita menjadi Ibu asuh di panti? Mulai tahu kan mengapa banyak sengketa perihal ini dan itu ditaruh begitu saja di pundakmu? Menjeratmu pada pasal demi pasal yang berakhir di meja hijau buatan massa penganut hukum rimba.

Mengamati hati yang enggan berbalik, mencumbu akal agar bisa kuajak kompromi, harusnya diri bisa lebih mawas dalam lejitan waktu

Ada Tuhan yang menggerakkan tangan, kaki, juga hati. Ada doa yang begitu hebat menjalar sampai ke nadi. Selanjutnya biar suratan yang membawamu kembali kemari, kalau memang akulah yang paling tepat melengkapi, kalau kitalah yang ditunjuk Tuhan saling menggenapi.

Jakarta, 18 mei 2017
Maya

Labels: , , , , ,

2.12.2017

Pengadilan Rindu (#30dwc hari ke-12)

Dear Tuhan...

sudah sekian purnama kulewati, aku menikmati setiap muntahan di sekitarku, sudah ribuan musim berlalu dan luka yang kau lemparkan telah meluka dan harusnya sudah sembuh.

Ada waktu yang sudah dipersiapkan merindukanmu, lalu jatuh tempo pada saat yang tidak kuketahui. Sebab kita sudah terpisah oleh sekat yang bernama jarak, rasanya ingin menarikmu ke pengadilan rindupun aku malu. Selama ini aku menabung gengsi, egois, cemburu dan rindu yang sudah penuh. 
Ada yang beda dengan caraku menikmati hujan soreh ini, mataku ikut membasahi pipi dan suaraku lebih dulu bernyanyi dalam kerongkongan kesepian. 

Harusnya kupecahkan saja celengan ini, biar tuntas saat ini juga, biar rindu bisa sedikit bernafas. Harusnya kita bisa mengabaikan kerikil dalam kesetiaan, memang tak mudah sayang, tapi percayalah, doaku tak pernah sepi membalut namamu.

Mungkin masih banyak aksara yang harus kukenal, angka yang masih asing dalam jarak, bahkan bintangpun terkadang enggan bersama malam, lalu.. akan kuapakan rindu ini?

Lihat, kali ini aku terpaksa menyeretmu dalam persidangan rindu, hati ini tak bisa lagi kuajak negosiasi prihal kesibukanmu atau caramu melupakanku. Disidang kali ini, rindu terpaksa kita gantung, kubiarkan dia mati perlahan dan terserah saja jika dia ingin bangkit lagi.

Kini bola mata kita tak lagi saling beradu, kita menyulam kisah dalam purna yang tak akan pernah usai.
Karena Tuhan menciptakan ingatan, biarlah hati ini yang sepenuhnya merasakan.


Labels: , ,

2.11.2017

Ada Jogja di bulan Februari (#30DWC Day ke-11)

    Jogja, ada dendam yang belum tuntas kubalas pada waktu lalu,  Jangan pikir saat aku menuliskan ini aku tertarik untuk mengingat bau tanah saat musim hujan, atau teriakan pedagang di malioboro, jauh sebelum aku menulis, ingatanku sudah sampai di Jogja.

Februari di musim penghujan, rintiknya mengisyaratkan duka yang harus segera kusemai, angin segar yang kembali memaksaku untuk berdialog dengan kenangan. Sulit rasanya tak menyertakan jogja dalam hidupku, mengenalkan akan cinta, patahati dan cinta kembali, Jogja adalah rumah keduaku setelah jakarta, tapi hatiku sudah kuletakkan lebih dulu disana.

Di Jogja, saya menemukan ribuan alasan untuk tersenyum setelah pata hati, ribuan cinta untuk jatuh cinta kembali, dan terkadang membuatku ingin segera pergi dan menjauh dari jogja. Tapi yang membuat Jogja jadi istimewa, selain hip hop dan bakmi goreng, adalah mantan. Seperti slogan yang kerap kita dengar: Jogja berhati Mantan. Ia tak hanya romantis seperti yang digambarkan oleh Rangga dan Cinta dalam Film mereka, atau tentang deretan jalan di kaliurang yang sendunya tak akan bisa dikalahkan oleh siapapun  atau mungkin kafe yang berjajar di s seuturan yang menyimpan jutaan kenangan setiap pengunjungnya, atau muungkin riuh rendah jalan Solo yang sering dilewati berpuluh manusia setiap harinya untuk merayakan kehilangan sambil menangis di atas laju motornya.

Sejak Februari tahun lalu, aku tidak akan bisa mengingat Jogja tanpa aku juga mengingatmu. Kamu, dan perjalanan kita. Jogja adalah kumpulan hal-hal sederhana yang meninggalkan perasaan tak terjelaskan. Sesederhana duduk melewatkan malam, di atas tikar yang dibentangkan pada trotoar sisi selatan stasiun Tugu.
Tahun kemarin kita merasakan pahitnya penghianatan di bulan februari, kau menyelingkuhiku dengan pesan romantis yang tak sengaja aku buka. Di kota ini kita merasakan keramahan penduduk yang bersetia pada adat, tapi juga kemarahan dari orang yang mengaku paling beragama. Jogja terlalu besar untuk dilupakan.


Februari dan Jogja adalah mantan yang tak bisa dilupakan sekalipun ada dendam yang menghasutku untuk segera sampai disana

Labels: , , , , , , ,

Ketika Tuhan mengintip cinta klandestinku (#30DWC Day ke-10)

  Izinkan aku menulis tanpa engkau ketahui bahwa iramanya tak serumit menyusun puzzle kehidupan, tak hanya engkau, tiap telinga tak akan kuberikan kesempatan untuk untuk mendengar syahdu keterbataanku, bahkan mata tak akan kubiarkan menguliti setiap kalimatnya. Izinkan aku menyampaikan bait-bait dalam irama keterbatasan melalui pesan yang tidak akan pernah terselesaikan.

   Aku tidak ingin menjadi telinga yang selalu siap mendengar setiap kata dari bibirmu dan menyimpannya di memori otakku, aku enggan menjadi sepasang bola mata yang kemudian hanya mampu mengawasi setiap gerak gerikmu dan kita tak kunjung bicara, dalam tatapmu aku menemukan tatapan yang kau sembunyikan dalam lelah, begitu rapi sehingga tak satupun mampu menembusnya. Aku hanya mampu melihat batas keteduhan bersarang begitu pekat dalam tatap, begitu teratur sepaket dengan senyummu yang kau paksa seperti tetesan air dalam kaleng kosong.

Terima kasih, tak banyak rasanya yang mampu kuucap dalam debaran rasa yang mulai tak karuan, bahkan terima kasihpun sulit kubiarkan terlontar begitu saja saat aku hanya mampu melihatmu dalam cahaya yang samar, kuharap Tuhan sedang tidak bercanda denganku saat ini, meski terkadang aku hanya mampu melongo dalam bait wajahmu yang sudah kusketsa. Aku ini hanya mampu menatap dalam redup cahaya, tidak sanggup rasanya memuntahkan seluruh rasa yang tak terkikis ini, aku menunggu dalam gamang ketidakpastian.

Tuhan, andai rasa ini adalah permainan, andai ini hanyalah bumbu kehidupanku mungkin akupun tak mampu menolak setiap getarannya
Tuhan, kunanti setiap detik rahasia yang ingin Kau tunjukkan, aku tak ingin larut tapi matanya memaksaku menatapnya, telingaku kuat mendengar setiap gerakan mulut di luar sana tentangnya

Tuhan, aku kuat dengan segala kekuatan-Mu
Aku hanya mampu menahan setiap erangan dalam hatiku, aku ingin membakar benang dalam syarafnya agar dia tahu ada aku yang terlalu lama menjadi penyulam kehidupannya.

Mataku tak bisa berkedip tatkala kita bersimpuh di hadap-Nya
Merangkai bait suci ijab qabul, aku tidak sedang bermimpi atau mencabut diary klandestinku yang berserakan.

Dan Tuhan,
Seseorang yang kau kirim kali ini adalah desahan yang tak pernah bisa kuutarakan dalam bait hidupku yang melebihi skala waktu.


Labels: , , , ,

2.02.2017

remaja belajar filsafat? WHY NOT (#30DWC hari ke-3)


Dewasa ini, banyak remaja bahkan disekitaran kita yang masih asing dengan kata filsafat, sebagian beranggapan bahwa filsafat itu bahasan yang rumit dan terlalu tinggi untuk dibicarakan. padahal sebenarnya filsafat itu adalah ilmu yang paling mendasar, makanya perlu banget untuk dipelajari. jadi Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika

 Di beberapa negara, salah satunya Indonesia, filsafat menjadi sebuah bidang ilmu yang lazimnya baru mulai dipelajari di kalangan mahasiswa. Namun, di beberapa negara lain, seperti misalnya Perancis, Italia, dan Jerman, ternyata filsafat masuk ke subjek mata pelajaran sekolah menengah, loh! Dan terbukti, siswa-siswi sekolah menengah di negara-negara tersebut memiliki kemampuan berpikir kritis yang oke banget.

Jadi, mulai sekarang, buang jauh-jauh pikiran yang mengutuk filsafat itu ilmu langit yang terlalu tinggi untuk dibicarakan, karena sebenanya belajar filsafat itu banyak manfaatnya, diantaranya kita bisa jadi problem solve yang keren, modal untuk bisa bergaul dengan semua kalangan, gak gampang percaya dan terjebak dengan isu isu yang cepat sekali beredar disekitar kita, Filsafat juga membantu kita mengambil arah hidup saat dewasa nanti, Hal terpenting yang digali dalam filsafat adalah pertanyaan, “Bagaimana seharusnya kita hidup?” dan mempelajari  filsafat juga akan membantu lo mencari jawabannya. 

dan  Filsafat menempatkan guru tidak sebagai dewa yang serba tahu namun menempatkan guru sebagai sumber pertanyaan sekaligus mengarahkannya pada tujuan "baik" yang ingin dicapai

so, masih takut untuk belajar filsafat?




Labels: , , , , , , , , , , ,