Dear You...

Jangan membuat Tuhan cemburu yah!!!

7.12.2017

Teori jodoh (day3 #30dwc)

Kau juga tahu, diam-diam doaku menjalar tak henti, terus bernyanyi sampai kutahu ada yang doanya lebih merdu dariku.

Soal hati, kita tidak pernah diberitahu apa yang akan ia rasakan bahkan untuk satu detik mendatang. Soal jodoh, apa aku harus berteriak mencari si jodoh atau harus mewawancarai pasangan mesra yang kemudian bercerai? Kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi semenit kemudian, bisa saja si sholeh datang bertamu dan mengajak ke KUA untuk membantunya mengabadikan moment sahabatnya, atau anak tetangga yang tiba tiba akrab atau bahkan cucu raja salman yang tiba tiba ngirim dm di instagram.

Aku mengingat, kau melalai. Kau berisyarat, aku mengabai. Siapa yang bisa menyangka? Dan kalau tiba-tiba kau mengingatku, sampaikan pada Allah, kirim signal melalui do'a Sebab mungkin itu pesan yang kubisikkan pada-Nya untuk kaurasakan. Bila pertemuan belum disempatkan, bila hati belum luluh, biar Tuhan jadi pihak ketiga dalam urusan kerinduan. Dan kita saling berhamburan dalam pelukan setelah dihalalkan. Entah dengan siapa kita nanti, biar perasaan ini menyingkir dengan sendiri. Sebab ilmuku terlalu sedikit untuk paham teori jodoh. Pengetahuanku teramat dangkal untuk bicara perkara jodoh. Bukankah lebih baik membiarkan segala diatur atas kehendak Allah?

Ijinkan aku malam ini menjadikanmu satu satunya bahan yang akan aku bahas dengan-Nya, ini bukan kali pertama tapi semoga ini pertama kalinya Allah menuntunku kearah yang lebih baik, termasuk prihal jodoh.
Dan sepagi dini tadi aku menemukan telepon genggamku dalam dua fungsi: pengingat dan pengenang. Semoga saja hati ini lebih sabar dan ikhlas

Aku yang memang seharusnya cepat-cepat bangun dari ingatan-ingatan layaknya kenangan. Dan kamu melakukannya, membangunkan aku dari tidur

Aku yang memang seharusnya cepat-cepat bangun dari ingatan-ingatan layaknya kenangan. Dan kamu melakukannya, membangunkan aku dari tidur panjang; dari mimpi yang tinggal bayang-bayang. Apabila rindu ini jatuh pada waktu yang salah dalam perasaan yang salah-kaprah, aku berharap segalanya dibenarkan oleh Allah melalui sesuatu yang absah. Sebab hatiku ini jadi begitu lemah bila berbenturan dengan rindu, maka perasaan itu selalu kujadikan perbincangan dengan Tuhan; dengan doa, setelah sujud dalam sholat.

Perasaan yang tidak akan pernah bisa kamu hentikan adalah cinta. Maka cintailah apapun itu yang membuatmu merasa semakin membutuhkan Allah, cintailah ia yang dengannya kautemui dirimu selalu merindukan Allah. Cintailah ia yang membuatmu selalu merasa tidak pantas, sehingga kamu tak pernah berhenti memperbaiki dan yang membuatmu tidak pernah puas, sehingga kamu terus bebenah diri.

Andai bisa, surat ini kulipat dan kujadikan pesawat-pesawatan lalu kuterbangkan bersama hembus angin yang entah bermuara ke mana. Biar tak lagi mengendap di dadaku. Atau kubungkus dengan koran, biar jadi bacaan setiap mata. Boleh juga, kumasukkan dalam karung, biar hancur tertusuk-tusuk layaknya melihat pernikahan muzammil pagi kemarin yang begitu syahdu

Labels: , , , , , , , , , , , ,

2.24.2017

Perihal pagi (#30DWC hari ke 21)






Perihal pagi ini memelukku tentangmu, kenapa saya mesih saja merindukanmu? saat kau bahkan tak menunjukan sikap merasakannya sedikitpun. Ya. Tidak sedikitpun.
Rasanya, jika dipikir-pikir, jika mendengarkan ocehan teman-teman saya tentang apa yang saya lakukan, saya melakukan hal bodoh. Saya bodoh karena telah merindukanmu sendiri, bodoh karena telah berharap sendiri, padahal saya tau, kamu tak pernah sama sekali mengharapkan saya. Bukankah begitu?!
Kali ini saya memilih mengabaikan ocehan teman-teman saya. Saya memilih, menerima menjadi bodoh.
Ya. Terkadang memang harus seperti itu. Kadang, kita memang harus bodoh, karena cinta bukan masalah pintar, bukan masalah menang atau kalah, tapi cinta adalah masalah hati. Dan hati saya masih memilihmu. Hati saya masih saja menginginkanmu. Masih saja.
Kau tak perlu berkomentar apa-apa tentang yang saya tulis. Cukup diam. Dan rasakan saja. Apa yang saya rasakan. Jika kau tak merasakannya, tak apa, cukup saya yang menikmatinya. Saya percaya, tak ada jatuh cinta yang percuma. Tak ada perasaan yang terbuang sia-sia.
Seperti pagi ini. Saya masih memilihmu untuk menjadi seseorang yang saya nanti. Seseorang yang selalu terselip dalam doa.seseorang yang selalu membuat saya kesel tapi berujung rindu, seseorang yang selalu menjadi topik perbincangan saya dengan Tuhan
Entah sampai kapan cinta akan terus menungguimu. Tapi satu yang pasti. Hati tak pernah bohong menantimu di sini.

Labels: , , , , ,

2.03.2017

Mataku meraba, hatiku merasa (#30DWC Hari ke-4)

Dear semesta, ...

tangisku pecah, tak kuhiraukan lagi sah apa tidaknya sholatku saat itu, bacaan al-quranku bergemuruh.

kukirimkan bait bait doa
lewat sujud panjangku
nafasku terasa berhenti di kerongkonganku
mata ini tak bisa berbohong, tatkala melihat dirimu menahan sakit
aku tak butuh dicubit atau bahkan ditampar untuk sekedar mengeluarkan butiran salju dimataku

pagi ini, aku mencoba berdialog dengan dinding kamar
kutatap lekat-lekat yang menempel disana
ada hawa yang mencoba mengajakku bercanda
aku kembali tersenyum, kemudian mengutuk kesedihan
"sudah cukup" ujarku pagi ini

Kembali kurapal harapan sembari membalutmu dalam ribuan pengharapan
aku bukan lelah Tuhan, aku hanya minta dikuatkan dalam setiap langkah 
naluriku butuh diasah, bukan karena tumpul tapi terlalu sering memeluk kepedihan sehingga tak kuhiraukan lagi yang namanya kuat

Langkahku, iya langkahku...
bukan terhenti tapi mencoba menelusuri pintu yang mana yang harus kulalui
tanganku meraba,sementara mataku mengawasi tiap kedip disekitarku

Kita tidak sedang sendiri, dalam perihmu, dalam airmata, tawa ataupun jatuh kemudian berdarah, ada Tuhan yang selalu mengawasi, ada hati yang selalu berbisik bahwa sabar itu manis, ada hadiah yang sedang menunggumu

aku akan tertawa secukupnya, dan menangis secukupnya, semoga Tuhan kali ini mengirimkan secangkir kopi dari langit


 

Labels: , , , , , , , , , ,

2.02.2017

remaja belajar filsafat? WHY NOT (#30DWC hari ke-3)


Dewasa ini, banyak remaja bahkan disekitaran kita yang masih asing dengan kata filsafat, sebagian beranggapan bahwa filsafat itu bahasan yang rumit dan terlalu tinggi untuk dibicarakan. padahal sebenarnya filsafat itu adalah ilmu yang paling mendasar, makanya perlu banget untuk dipelajari. jadi Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika

 Di beberapa negara, salah satunya Indonesia, filsafat menjadi sebuah bidang ilmu yang lazimnya baru mulai dipelajari di kalangan mahasiswa. Namun, di beberapa negara lain, seperti misalnya Perancis, Italia, dan Jerman, ternyata filsafat masuk ke subjek mata pelajaran sekolah menengah, loh! Dan terbukti, siswa-siswi sekolah menengah di negara-negara tersebut memiliki kemampuan berpikir kritis yang oke banget.

Jadi, mulai sekarang, buang jauh-jauh pikiran yang mengutuk filsafat itu ilmu langit yang terlalu tinggi untuk dibicarakan, karena sebenanya belajar filsafat itu banyak manfaatnya, diantaranya kita bisa jadi problem solve yang keren, modal untuk bisa bergaul dengan semua kalangan, gak gampang percaya dan terjebak dengan isu isu yang cepat sekali beredar disekitar kita, Filsafat juga membantu kita mengambil arah hidup saat dewasa nanti, Hal terpenting yang digali dalam filsafat adalah pertanyaan, “Bagaimana seharusnya kita hidup?” dan mempelajari  filsafat juga akan membantu lo mencari jawabannya. 

dan  Filsafat menempatkan guru tidak sebagai dewa yang serba tahu namun menempatkan guru sebagai sumber pertanyaan sekaligus mengarahkannya pada tujuan "baik" yang ingin dicapai

so, masih takut untuk belajar filsafat?




Labels: , , , , , , , , , , ,